Kota Surakarta atau Solo adalah kota di Kawasan Jawa Tengah yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Kota yang masih kental dengan adat dan budaya nya, serta memiliki Keraton yang bernama Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu magnet wisata Kota Solo yang banyak sekali di kunjungi oleh wisatawan lokal ataupun luar. Wisata Kota Solo atau landmark yang terkenal selain Keraton Surakarta Hadiningrat adalah Pabrik Gula Colomadu. Nama Colomadu diberikan oleh Mangkunegara IV yang berarti gunung madu, dengan harapan industri gula ini tetap bertahan dan menjadi sumber penghasilan dalam bentuk gula yang menyerupai sebuah gunung.
Terbangun nya Pabrik Gula
Dulu nya ini merupakan Pabrik Gula yang di dirikan atas perintah Mangkunegara IV. Orang yang membangun adalah ahli berkebangsaan Jerman yang bernama R.Kampf untuk mendirikan Pabrik Gula. Pabrik Gula Ini telah menjadi saksi bisu majunya industri gula di Hindia-Belanda saat itu. Pada saat itu gula dan tebu menjadi pemasukan lain selain pajak. Di karenakan di daerah ini banyak terdapat tanaman tebu dan dapat menghasilkan gula akhirnya terbangunlah Pabrik Gula ini.
Alat-alat yang di datangkan dari Eropa
Alat yang di gunakan di Pabrik ini di datangkan dari Eropa. Dan saat ini mesin pabrik semua nya telah di hilangkan karatnya dan di poles agar pengunjung dapat membayangkan suasana tempo dulu saat pabrik masih beroprasi. Pabrik Gula ini mulai memproduksi gula pada tahun 1862 dan berhasil mengirim gula ke berbagai wilayah di Indonesia dan Luar Negri.
Beberapa kali mengalami Manajemen yang Buruk
Saat pabrik mulai dengan kejayaan nya tidak berselang lama tanaman tebu mulai terserang hama yang membuat tanaman tebu rusak dan tidak dapat di produksi. Selain itu menejemen pabrik juga melakukan kesalahan saat mengelola keuangan alhasil Pabrik Gula Colomadu sempat beberapa kali berpindah tangan, sebelum akhirnya berhenti beroprasi pada Tahun 1998.
Di jadikan Musium yang Iconik
Pabrik Gula Colomadu diresmikan sebagai museum dan cagar budaya di tahun 2018. Dan direvitalisasi pada tahun 2017 dengan mempertahankan bagunan aslinya. De Tjoloemadoe menjadi sangat hits setelah di lakukan revitalisasi.
Tiket masuk Museum De Tjoloemadoe
Tiket masuk bisa di beli langsung di lokasi dengan membayar sebesar Rp 35.000 / orang. Tiket ini bisa di tukarkan dengan potongan diskon untuk makan dan minum di Besali Cafe yang berada di dalam Museum.
Komentar
Posting Komentar