Badai Seroja Pergi, Sungai Baru di Kupang Jadi Destinasi Wisata

 Tepian Sungai akibat Badai Seroja 

     Siklon Tropis Seroja atau kita kenal dengan Badai Seroja, satu bulan yang lalu sekitar tanggal 4 - 5 April 2021 telah melanda kawasan NTT. Termasuk Kota Kupang dan sekitar nya juga merasakan dampak buruk dari Siklon Tropis Seroja atau Badai seroja ini. Banyak rumah, ladang perkebunan, pohon, mobil, motor dan lain nya rusak bahkan hilang. Tapi tidak selama nya bencana tidak membawa hikmah baik bagi kita semua yang merasakan nya. Terbukti akibat terjangan Badai seroja yang terjadi pada Bulan April 2021 di Desa Kuanheum kec. Amabi Oefeto Kabupaten Kupang muncul Aliran Sungai yang besar akibat badai seroja. Di perkirakan dulunya kawasan itu adalah ladang jagung milik warga setempat dan ada sungai yang dulu nya kecil yang tidak jauh dari bendungan Raknamo, karena ada nya badai seroja yang melanda di perkirakan aliran sungai nya semakin melebar dan merusak ladang jagung yang ada di sekitar sana. Saya pun berkesempatan untuk mengunjungi tempat itu yang langsung di jadikan wisata dadakan oleh warga sekitar Amabi Oefeto. 


LOKASI 

Lokasi Sungai
-10.163046,123.875288

     Lokasi Sungai ini terdeteksi di Google Maps, sangat mudah di temukan hanya saja jalanan nya masih berbatu dan bergelombang, teman-teman harus berhati-hati saat menuruni jalan dekat kawasan ini, karena jalan nya masih berbatu putih, licin, curam, dan sempit. Sangat saya anjurkan ketika berkunjung menggunakan motor saja. Lokasi ini terletak di Desa Kuanheum Kec. Amabi Oefeto Kab. Kupang dekat dengan Kantor Desa Raknamo. Jalan masuk nya adalah lewati 1 jalan yang persis berada di sebelah Kantor Desa Raknamo kemudian ada jalanan turun dan ikuti jalan lurus itu hingga melewati 3 gereja di sebelah kanan lalu belok ke kiri. Atau jika bingung silahkan bertanya dengan warga setempat untuk menghindari teman-teman semua tersesat. 


FASILITAS

Google Photo

     Sama seperti kawasan Pemandian lain, tempat ini juga memiliki tempat ganti baju yang saat saya berkunjung kesana baru di buat sangat sedergana oleh warga sekitar. Di buat dari dedaunan besar yang di rajut menjadi satu, ranting pohon yang besar sebagai tiang dan jerami sebagai atap nya. Lahan Parkir juga mulai di adakan oleh warga setempat dengan merapihkan motor kita dan motor kita akan di jaga dengan aman oleh warga setempat. Ada juga penjual snack dan minuman di kawasan ini. Semua di kelola oleh warga desa setempat. Dan ada Salon musik yang besar sekali di letakkan disana. Jadi saat teman-teman sedang menikmati alam akan terdengar juga suara musik yang di nyalakan. Ada pula lopo-lopo, meskipun tidak banyak kalian bisa duduk disana bergabung dengan pengunjung lain atau bisa membawa tikar untuk alas duduk.


BIAYA MASUK

Google Photo

     Untuk saat ini tidak ada biaya masuk yang di tetapkan. Kita hanya perlu membayar dengan Sukarela untuk parkir kendaraan. Kalian bisa membantu perekonomian mereka dengan membeli minuman, snack, atau membayar Parkir kendaraan kalian.


AKTIVITAS

Google Photo

     Berenang di sini sangat di perbolehkan. Hanya saja, mengingat tempat ini bukan lah tempat wisata yang resmi. Atau belum di kenal oleh kebanyakan orang. Ada kalanya kita sebagai pengunjung berhati-hati. Sebaik nya jangan berenang di kedalaman, jangan berjalan di pinggiran sungai, sangat tidak di anjurkan loncat atau salto ke dalam air. Mengingat aliran air yang cukup deras, dasar yang berbatu besar dan tajam, juga kedalaman di setiap lokasi yang kita tidak ketahui seberapa dalam, lalu pinggiran aliran sungai yang tidak ada pagar nya dan sangat licin itu bisa menyebabkan teman-teman ter glincir. 


SPOT FOTO

Air Terjun Mini 

     Sangat di perbolehkan untuk teman-teman yang ingin selfie atau swafoto di kawasan ini. Karena Ada Spot Foto Yang utama di kawasan ini, itu adalah Air Terjun Mini. Sangat di anjurkan untuk teman-teman yang ingin foto di Air Terjun Mini untuk berhati-hati saat akan menyebrangi sungai, mengingat arus sungai yang lumayan deras, dan dasar yang berbatu besar dan agak tajam. Berhati-hati pula ketika akan turun ke spot foto ini di karenakan pinggiran sungai yang licin dan tidak ada pegangan tangan. Jangan menyebrangi sungai menggunakan sandal ya teman-teman. 


     Sebagai penikmat wisata alam, ada baiknya kita selalu menjaga kebersihan tempat wisata dengan cara membuang sampah pada tempat nya atau membawa kembali sampah kita pulang dan membuang nya kembali ketika kita melihat tempat pembuangan sampah. Wisata di Kota Kupang Ini sebenar nya berpotensi menarik minat Masyarakat luas, seperti yang sudah saya tulis di artikel saya mengenai Pesona Pantai Oesina Kota Kupang Nusa Tenggara Timur wisata semacam ini sangat baik untuk di perkenalkan lebih luas lagi supaya dapat menarik banyak minat wisatawan Lokal maupun Luar Negri agar Berkunjung ke Kupang. Di harapkan pemerinth setempat, dapat semakin membenahi infrastruktur nya dan memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk mengetahui wisata yang masih tersembunyi. Hal itu juga akan mampu membentuk perekonomian baru bagi warga setempat di kawasan Wisata. Semoga kedepan nya Pemerintah setempat, Dinas kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kupang semakin mampu memajukan Wisata Alam Kupang yang luar biasa ini. 

Komentar